Belajar Tenaga Dalam (Bagian ke-4) : Cegah Kena Ledakan Bom, Milikilah Radar Tenaga Dalam

Hari Selasa, 15 Maret 2011, adalah hari yang pasti tidak akan dilupakan Kompol Dodi Rahmawan seumur hidupnya. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur itu telapak tangan kirinya hancur terkena ledakan bom buku pada Selasa sore, ketika Kompol Dodi mencoba menjinakkan bom di dalam buku yang sebenarnya ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla, aktivis Jaringan Islam Liberal yang pernah beraktivitas di Utan Kayu, Jakarta Timur.

Terlepas dari berbagai faktor politis ataupun prosedur Polri dalam penanganan kasus teror, sebenarnya insiden seperti yang dialami Kompol Dodi bisa dicegah dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan memiliki radar tenaga dalam.

Radar tenaga dalam bisa dimiliki oleh seseorang yang berlatih sistem tenaga dalam yang saya kembangkan. Radar ini akan bekerja melalui kepekaan alamiah yang dilatih sehingga bisa mendeteksi atau merasakan tanda-tanda kejadian buruk sebelum peristiwa itu terjadi. Sinyal itu bisa dikirim melalui perasaan, hati nurani, mimpi, dan sebagainya tergantung kepekaan yang bersangkutan.

Kejadian buruk atau insiden yang akan terjadi pada hakekatnya bisa dirasakan pertanda kedatangannya karena kejadian buruk itu gelombang getarannya mengandung unsur negatif yang tidak selaras dengan keharmonisan alam semesta.

Tentu saja radar tenaga dalam tidak hanya berfungsi mencegah terkena ledakan bom. Itu hanya salah satu contoh saja. Radar tenaga dalam bisa mendeteksi pertanda akan terjadinya kecelakaan, penipuan, ilmu gendam atau santet (guna-guna), pencurian, dan sejumlah hal buruk lainnya. Perlu diketahui, radar tenaga dalam ini bukanlah alat melainkan sistem kepekaan tenaga dalam yang dilatih secara berkesinambungan. Dengan radar tenaga dalam, setidaknya seseorang bisa menghindari insiden yang tidak perlu terjadi, atau minimal bisa mempersiapkan diri lebih awal bila memang musibah itu terpaksa harus terjadi juga (misalnya datangnya bencana alam yang tidak mungkin dicegah). (*)