Membongkar Penipuan Pesugihan (Bagian 1) : Awal Mula

Beberapa waktu silam, saya pernah membuat artikel tentang membongkar kesesatan azimat. Kali ini, dengan tema serupa tapi tak sama, saya akan memblejeti penipuan pesugihan.

Kalau soal sesat, sudah jelas pesugihan adalah jalan yang sesat. Semua orang sependapat dengan itu, bahkan dukun pesugihan juga mem-warning ritual itu sesat.

Persoalannya, orang yang sudah kepepet dengan masalah keuangan, tidak paham dimana letak “kesesatan” yang sebenarnya.

Apakah dengan meminta bantuan makhluk gaib itulah yang dikatakan sesat ?

Apakah menumbalkan diri kepada setan itulah yang dikategorikan terkutuk ?

Setelah saya bertemu dengan mantan pelaku pesugihan dan jurnalis yang pernah mengulas habis tentang pesugihan, saya baru paham letak kesesatan yang sebenarnya. Posisi kesesatan itu sendiri hakekatnya bukan pada memohon bantuan kepada makhluk gaib, karena itu sudah jelas-jelas menyimpang. Tapi, letaknya adalah di penipuan yang hampir selalu terjadi di setiap ritual pesugihan, apapun jenis pesugihan itu. Jika anda sudah menjadi korban penipuan pesugihan dan habis jutaan bahkan ratusan juta rupiah, maka saat itulah anda akan terpaku. Diam seribu bahasa. Shock. Sebagian lagi berpikir akan menempuh upaya hukum.

30 persen konsultasi yang saya terima via email mengeluhkan kondisi ekonomi yang sudah mawut. Kacau balau. Terbelit hutang atau ditipu orang. Rata-rata itulah musibah di bidang ekonomi. Jadi, harapan saya, setelah saya men-sharing tulisan tentang pesugihan, tak ada lagi yang nekat menempuh jalan salah ini. Mutlak harus anda hindari lantaran unsur penipuannya mencapai 99 persen.(bersambung)

Ingin konsultasi dengan penulis ? Silahkan ikuti prosedurnya disini.