Terapi Komplementer Percepat Kesembuhan

Dalam setiap terapi penyembuhan yang saya lakukan kepada klien atau pasien, saya selalu menegaskan hal ini di awal terapi : bahwa metode yang saya lakukan adalah terapi penyembuhan komplementer. Bukan penyembuhan alternatif.

Bedakah artinya ?

Ya, memang berbeda. Kalau penyembuhan alternatif, itu artinya seseorang mencari metode penyembuhan atas penyakit yang dideritanya dan lepas sama sekali dari pengobatan medis konvensional. Pasien tersebut meninggalkan cara medis dalam upaya mencari kesembuhan dari penyakit yang dia derita. Dia akan fokus pada cara atau metode pengobatan alternatif.

Di penyembuhan komplementer, seperti yang saya lakukan 19 tahun terakhir, seorang pasien akan saya terapi dengan metode terapi aura holistik, yang memadukan tiga unsur. Tiga unsur itu adalah doa kepada Tuhan yang Maha Kuasa, meditasi, dan pernafasan. Selain menggunakan metode terapi aura holistik, pasien saya minta dan saya tekankan untuk tidak meninggalkan pengobatan medis. Dengan kata lain, terapi aura yang saya lakukan dapat dilakukan bersamaan dengan pengobatan medis.

*****

Datangnya penyakit itu sebenarnya sederhana. Upaya penyembuhannya yang kadang tidak sederhana. Penyakit datang lantaran sel-sel tubuh kita melemah. Sel tubuh memang bisa melemah, bahkan mati. Hanya saja, Tuhan telah menciptakan kita begitu sempurna, sehingga saat sel tubuh kita ada yang mati, kita tidak merasakannya. Andaikata kita ikut merasakan matinya sel tubuh, kita bisa ikut mati. Sel-sel tubuh yang mati ini dapat mengendap di ginjal, jika sel mati itu tidak dikeluarkan tubuh lewat keringat, buang air kecil maupun buang air besar.

Lantas faktor apa yang membuat sel tubuh melemah ?

Sel sehat dalam tubuh setiap empat bulan sekali memang mati dan digantikan oleh sel baru.  Kita tidak merasakannya. Itu memang mekanisme alamiah.  Itu cara yang Maha Kuasa untuk memelihara badan fisik kita. Yang jadi masalah, sel sehat tadi bisa lebih cepat melemah dan mati, jika seseorang dalam kondisi tekanan yang luar biasa. Bahasa yang sering dipakai oleh dunia kedokteran adalah faktor psikosomatik. Dan inilah penyebab utama masuknya penyakit ke tubuh manusia. Kondisi tekanan atau stres akibat pekerjaan, lingkungan, keluarga, dan sebagainya membuat seseorang berada dalam tataran yang rentan diserang virus, kuman dan bakteri. Dan, kondisi ini makin kompleks, jika ada gangguan non medis yang bermuatan energi negatif masuk ke tubuh manusia.(*)