Membongkar Penipuan Pesugihan (Bagian 9) : Ritual Terakhir yang Tak Pernah Berakhir

Penipuan dengan modus kedua seperti yang saya jelaskan sebelumnya adalah yang paling sering terjadi. Intinya, si dukun berupaya menggagalkan ritual terakhir dari pelaku pesugihan. Dalih yang paling bodoh dipergunakan adalah “menurut petunjuk gaib…” bahwa ritual ditolak, ritual belum lengkap, atau “kata sang gaib” ada makhluk halus yang membandel, meski sudah diberi syarat atau sesaji lengkap, tetap saja minta diberi sesaji lagi. Kalau sudah seperti ini, pelaku ritual yang sudah gelap mata mungkin akan tetap berupaya mencarikan uang untuk memenuhi “ritual terakhir yang tak pernah berakhir” itu.

Sampai pada suatu titik, si pelaku sadar kalau  uangnya sudah habis.

Sampai pada suatu tahap, si pelaku akan sadar bahwa dia hanya dikerjai si dukun.

TN, mantan pelaku pesugihan membagikan pengalaman serupa. Dia pernah beberapa kali melakukan ritual penarikan dana gaib, bank gaib, atau harta gaib. Lokasinya berpindah-pindah, tapi tetap di Jawa Timur. Hampir sama. Beberapa kali ritualnya “berhasil”. Konon, yang TN lihat harta gaib kadang berupa gepokan uang rupiah (untuk era 90-an). Kadang berupa emas lantakan. Anehnya, emas lantakan itu saat dites dengan alat khusus di lokasi ritual, memang terbukti emas asli. Tapi, ketika emas lantakan itu dibawa ke toko emas untuk dijual, saat dites dengan alat yang sama atau alat dari pemilik toko, berubah jadi besi kuningan biasa.

Menurut keterangan si dukun, harus ada ritual lagi agar emas itu bisa menjadi “emas yang sesungguhnya” dan bisa dijual di dunia nyata. TN pun menyanggupi karena masih punya dana. Tapi, seperti penjabaran diatas. Ritual terima kasih atau ritual syukuran tak pernah berhasil dengan berbagai alasan. Si dukun meminta ritual ulang dengan aneka dalih.

Ritual yang tak pernah berakhir ini dijalani TN lebih dari lima tahun. Dan selama itu pula, modus yang dipakai dukun berbeda tetap sama saja. Sampai harta TN ludes.(bersambung)

 

Ingin konsultasi dengan penulis ? Silahkan ikuti prosedurnya disini.

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *