Teknik Tenaga Dalam, Ilmu Tenaga Dalam, Latihan Tenaga Dalam, Cara Tenaga Dalam

Saya tidak bisa untuk tidak mengomentari dua peristiwa tragis berikut ini. Ini soal teknik tenaga dalam yang –maaf- menurut saya pribadi, sudah ketinggalan zaman. Tadi pagi, Rabu (22/02) saya membaca Harian Jawa Pos halaman satu. Di sudut kiri bawah, ada berita berjudul Uji Ilmu Kebal, Malah Tewas.

teknik tenaga dalamilmu tenaga dalam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kasihan. Dua anggota sebuah perguruan tewas dan satu lainnya kritis di Kupang, Nusa Tenggara Timur, begitulah yang dilaporkan dalam media tersebut. Mereka menguji ilmu tenaga dalam yang selama ini dilatih. Ujiannya ekstrem. Mulai minum racun tikus, tubuh digilas sepeda motor, sampai yang paling fatal, digilas mobil. Di uji terakhir itulah, jatuh korban.
Sebagai spiritualis komplementer berbasis inner power, saya prihatin. Tapi belum reda prihatin saya, ada musibah saat latihan tenaga dalam lagi. Kali ini, di Kota Serang. Korbannya dua warga Cilincing, Jakarta Utara, yang tewas setelah ngetes ilmu kebalnya dengan cara disiram air keras. Satu temannya dan guru spiritualnya luka bakar lantaran air keras, satu rekan yang lain selamat karena urung menguji ilmu.

Sungguh, dua peristiwa itu patut diambil pelajaran. Cara tenaga dalam semacam itu tidak relevan dengan zaman sekarang. Selain menimbulkan kesombongan, inner power zaman ini lebih cocok digunakan untuk membantu sesama, misalnya penyembuhan. Kembangkanlah ke arah sana. Masyarakat akan lebih menerima dan menyukai. Kita pun belajar menjadi pribadi yang cerdas secara spiritual. Itu lebih baik.(*)


shareSerials online

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *